if it's not happy, it's not the end...

To achi | From achi

Dear Achi,

Untuk perbuatan yang tidak dipertimbangkan sebelumnya, untuk emosi yang menguasai diri, untuk kecerobohan menjalani hidup, untuk semua hal yang dilakukan tanpa berpikir panjang, untuk semua hal yang menjadikanmu harus merasakan dan menjalani semua ini sekarang, i’m so sorry.

I’m so sorry for mistake i’ve made in the past. The biggest one. I dont know how to fix quickly but i will try.

Regards,
Achi.


It’s been two hours, all i see is just red line along the highway. Still far away from home… But i dont need to be rushed. There is no more you, and your smile to be catched


Checking all the messages, and realise how happy we, i was…


When i said everything is changed along this years, it didn’t. All is rested and stayed. Nothing is gone, except you.


I was lied when i said i never lied to you when i said it was over.


We were always side by side. I’ve been always right beside you. And you. Left.


What is the worst than feeling left behind? Left when you were trying to fix.


I’m deal with sinusitis. But never expect would have another pain. Heartbroken.


There is a sentence that i always try to avoid; missing you.


Tidur di rumah

Tidur nyenyak, pulas, tanpa mimpi buruk atau terbangun tiba tiba, untuk sebagian orang adalah hal sehari-hari yang tidak perlu disyukuri berlebihan. Seperti bernafas atau kedipan mata, tidur sempurna bukan nikmat hidup yang dipanjatkan syukur berulang.

Tapi tidak bagi sebagian orang. Penjabaran tidur di atas adalah hal langka. Cenderung dirindukan. Banyak alasan alasan kecil untuk jawaban kenapa. Satu yang besar; Tidur tidak nyenyak selalu berkorelasi dengan rumah yang tidak membuat nyaman.

Bukan karena kasur yang tidak enak atau udara yang lembab. Bukan rumah itu yang dimaksud. Ada suatu ketika, dengan kasur yang empuk, selimut yang lembut, serta ruangan yang berpendingin, masih saja terbangun karena mimpi buruk.

Untuk yang pernah melalui, pasti banyak bergidik dan tidak ingin mengalami lagi.

Untuk yang pernah melalui, pasti jadi sering mengucap ribuan terimakasih untuk keadaan yang sudah terperbaiki.

Untuk yang sedang melewati, segeralah berhenti dan usahakan segera mencari. Buat semua penyebab terlepas. Menjauh. Buat semua kesakitan dan letih pergi.

Find your home and take a sleep…
A well one…


Tentang bagaimana menghabiskan weekend

Bertahun - tahun, saya cuma punya satu indikator kebahagiaan saat weekend; pertandingan bola di tv. Semakin banyak yang bagus, tingkat kebahagiaan semakin tinggi. Jika tim favorit main, dan menang, rasanya kebahagiaan lengkap.

Dengan hanya itu, saya merasa bahagia. Sederhana tapi saya suka. Tak perlu hal lain. Hanya itu.

Sampai akhirnya saya memiliki kegiatan lain. Entah bagaimana hal hal itu hadir. Karoke, naik kereta, makan singkong goreng di tempat makan klasik, nonton dvd tanpa henti, pergi ke pasar malam, lari di Senayan. Dan coba tebak. Saya bahagia. Bahagia sekali. Ternyata banyak hal di luar bola yang bisa bikin weekend menyenangkan.

Saya suka. Melakukan hal hal itu saat weekend. Bukan. Saya tidak berhenti menyukai sepak bola. Hanya saja saya sudah tidak membuatnya satu satunya hal menyenangkan di kala weekend.

19.01.14
Sambil nonton Chelsea vs MU



Floating market 29.12.13





Berbagi sajadah…


A spacious empty space on my left eye side

Perkara meninggalkan atau ditinggalkan, sepertinya bukan big issue di kehidupan saya. Konteksnya bukan meninggal dunia ya.

Meninggalkan, tentu tidak ada perasaan yang butuh untuk dihidupi. Saat meninggalkan, hati rasanya lebih siap karena saat memutuskan pergi, berarti sudah mempersiapkan segalanya. Termasuk perasaan. Yang biasanya lebih berat adalah saat ditinggalkan. Mau sudah tau ataupun dadakan, ditinggalkan tetap ada satu perasaan; sedih. But how big? For me, It was still in a normal area, usually. Saya, tidak pernah menaruh banyak perasaan lebih atas orang lain. Bukan berarti gak sayang dan gak sedih atas kehilangan, tapi saya seperti merasa bahwa yang paling berhak atas manusia adalah dirinya sendiri. Sangat tidak adil saat kita menahan orang lain untuk stay saat orang tersebut menganggap pergi adalah yang baik untuk hidupnya. Selain itu, saya termasuk kategori yang saat ditinggalkan tidak pernah merasakan sedih luar biasa karena seperti terbiasa untuk gak attach diri sama orang lain. Orang boleh datang dan pergi. Stay for long time or just temporary visit. It is really up to them. Saya percaya bahwa kita semua bisa tergantikan.

I just really believe on that until the one who left me is you…

In every way I want to act like a normal, I cant. My world is cracked. On harshly and dramatically said; hancur. Menerapkan semua teori teori dan gagal. I cant. I just completely be a cengeng girl. “Kamu pergi, terus aku gimana? “  yang sebelumnya terasa cheesy, sounds real for me. Apa yang rasanya terasa sangat berat?  Semuanya.

Perasaan. Ini pasti. Menyadari bahwa besar sekali space yang diberikan membuat terasa kosong saat ditinggalkan.

Kebiasaan. Ini juga. Terbiasa ada. Banyak kebersamaan membuat susah menerima bahwa all those good times will never come back. And it is too bad. Frikin’ bad to realize bahwa semuanya hanya akan menjadi memory.

Yang terakhir, dan mungkin yang paling memberatkan adalah rasa ketergantungan. Bersamaan dengan waktu, saya sudah bergantung dan menjadikanmu hidup. Saya menyandarkan diri dan nyaman. Kamu, menjadi pilihan pertama  untuk lari saat dunia terasa begitu menghimpit. Dengan semua hal menyenangkan darimu, I can be myself. Gak suka ngomel, jauh dari judgemental, bahkan tidak pernah memberi nasihat panjang lebar saat saya bercerita panjang. I just found you. The one who listening me when I need somebody to listen. “ Kamu gak butuh solusi. Aku yakin kamu selalu datang dengan solusi” is just the best part of you. “Sama kamu, aku gak perlu kuat.” is the best part of me feels about you.

And now, you are not here. Anymore. Starting this day. Sudah tidak ada kamu yang sibuk dengan laptop atau handphone mu. Sudah tidak ada kamu yang duduk di situ tersenyum ceria. Sudah tidak ada kamu diujung mata kiri saya.

Now it is just a spacious empty space. Sooner or later, sudut itu akan terisi dengan orang baru. Orang yang mungkin akan semenyenangkan dirimu. I hope… Like you said one time “ Setiap perjalanan akan ada orang yang menggantikan kita. So, jangan pernah berperasaan berlebihan”

I am so sad. It’s bad I know. Ingin sekali berteriak jangan pergi. Ingin sekali melakukan itu saat pesan perpisahanmu datang “ Achi, be brave and happy. I know you can be. Have a good life. God bless you”. Please don’t go. Please please please I beg you.

“Have a very good life on your new path. A new journey. So long…” sent to you


138
To Tumblr, Love PixelUnion